Senin, 31 Januari 2022

PT Equityworld Futures : Harga Minyak Naik Dekati Puncak 7 Tahun akibat Kendala Pasokan dan Ketegangan Geopolitik

Equityworld Futures - Harga minyak naik di Asia dan bergerak di sekitar level tertinggi 7 tahun, didukung oleh kekhawatiran kekurangan pasokan dan ketegangan geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah.

Harga minyak Brent naik 1,07% menjadi $89,47 per barrel dan harga minyak WTI naik 1,19% ke $87,85 per barel menurut data Investing.com.

Minyak mentah Brent dan minyak mentah WTI AS mencapai puncak yang tidak terlihat sejak Oktober 2014 pada hari Jumat, masing-masing mencapai $91,70 dan $88,84 untuk mencatatkan kenaikan mingguan keenam berturut-turut.

"Kecemasan yang mendasari tentang kekurangan pasokan global, ditambah dengan risiko geopolitik yang berlangsung, telah menyebabkan pasar memulai minggu ini dengan catatan yang kuat,"

"Dengan ekspektasi bahwa OPEC+ akan mempertahankan kebijakan peningkatan produksi bertahap yang ada, harga minyak kemungkinan akan tetap pada sentimen bullish minggu ini," katanya, memprediksi Brent akan tetap di atas $90 per barel dan WTI menuju $90.

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitranya, yang dikenal sebagai OPEC+, telah menaikkan target produksi setiap bulan sebesar 400.000 barel per hari (bph) sejak Agustus. Ini untuk menebus rekor pemotongan produksi yang dibuat pada tahun 2020.

Baca Juga : PT Equityworld Futures : Harga Emas Naik Tipis Jelang Keputusan Kebijakan Bank Sentral Global

Tetapi beberapa anggota telah mengalami kesulitan karena kendala kapasitas, sehingga menyebabkan kegagalan dalam memenuhi target produksi.

Pada pertemuan mendatang pada 2 Februari, sumber Reuters percaya bahwa OPEC+ kemungkinan akan tetap dengan rencana kenaikan target produksi minyaknya untuk Maret. Permintaan meningkat meskipun ada kenaikan suku bunga dan risiko penurunan terkait pandemi lainnya.

Faktor lain yang mempengaruhi harga minyak mentah adalah ketegangan antara Rusia dan Barat. Rusia dan Barat telah berselisih tentang Ukraina, mendorong kekhawatiran atas kemungkinan gangguan pasokan energi Eropa.

Pada hari Minggu, Kepala NATO mengatakan bahwa Eropa perlu mendiversifikasi pasokan energinya karena Inggris memperingatkan "sangat mungkin" bahwa Rusia ingin menyerang Ukraina.

Serangan di Uni Emirat Arab oleh kelompok Houthi Yaman juga menyebabkan pasar gelisah.

Sementara itu, lebih dari 1.400 penerbangan AS dibatalkan pada hari Minggu. Badai musim dingin yang mematikan di negara bagian timur laut AS sehari sebelumnya mendorong beberapa negara bagian untuk mengumumkan keadaan darurat.

 

 

Equityworld Futures

Jumat, 28 Januari 2022

PT Equityworld Futures : Gas alam lebih tinggi selama masa dagang Eropa

Equityworld Futures - Pada New York Mercantile Exchange, Futures gas alam untuk penyerahan Maret diperdagangkan pada USD4,386 per mmBTU pada waktu penulisan, meningkat 2,40%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi tinggi USD per mmBTU. Gas alam kemungkinan akan mendapat support pada USD3,876 dan resistance pada USD7,346.

Baca Juga : PT Equityworld Futures : Emas lebih tinggi pada masa dagang Asia

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,10% dan diperdagangkan pada USD97,335.

Sementara itu di Nymex, Minyak metah untuk penyerahan Maret jatuh 0,42% dan diperdagangkan pada USD86,97 per barrel sedangkan Heating oil untuk penyerahan Maret jatuh 0,82% dan diperdagangkan pada USD2,7398 per galon. 

 

 

Equityworld Futures

Kamis, 27 Januari 2022

PT Equityworld Futures : Harga Minyak Kian Turun, Fed Beri Isyarat Naikkan Suku Bunga “Segera”

Equityworld Futures - Harga minyak turun. Investor menguangkan keuntungan dari kenaikan 2% sesi sebelumnya setelah Federal Reserve AS mengindikasikan kenaikan suku bunga "segera" yang memicu koreksi teknikal di pasar energi yang melonjak.

Harga minyak Brent turun 0,87% ke $87,97 per barel setelah naik sekitar 2% hingga mencapai $90 untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun. Harga minyak WTI berjangka turun 0,95% ke $86,52 per barel.

Saham-saham Asia turun, sementara dolar AS berada dalam tren naik setelah Fed pada hari Rabu mengisyaratkan bahwa mereka dapat menaikkan suku bunga segera setelah Maret 2022 dalam keputusan kebijakan. Investor juga terus memantau ketegangan AS-Rusia terkait Ukraina, lantaran kekhawatiran gangguan pasokan gas alam ke Eropa terus meningkat.

"Tantangan pasokan yang berkelanjutan dan meningkatnya ketegangan Rusia-Ukraina terus mendukung harga minyak mentah. Ini sedikit turun hari ini tapi saya pikir itu tidak lebih dari sebuah langkah teknikal," Ekonom OCBC Howie Lee menyampaikan kepada Reuters.

 Baca Juga : PT Equityworld Futures : Harga Emas Terus Turun Imbas Sikap Kebijakan Hawkish the Fed

Saat ketegangan Rusia-Ukraina berperan dalam mengangkat harga minyak, "tantangan pasokan nyata baik di dalam Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan AS... telah menjadi pendorong utama dalam mendorong pasar lebih tinggi,"

Kelompok ini gagal mencapai target peningkatan pasokan yang direncanakan pada Desember 2021, yang menekankan kendala kapasitas yang membatasi pasokan karena permintaan bahan bakar terus pulih.

OPEC+, atau OPEC dan mitranya, juga secara bertahap membalikkan pengurangan produksi 2020 seiring pulihnya permintaan bahan bakar. Namun, banyak produsen yang lebih kecil tidak dapat memenuhi target pasokan, sementara anggota lain tetap berhati-hati untuk memasok terlalu banyak jika COVID-19 menekan permintaan lagi.

Sementara itu, peningkatan persediaan minyak mentah AS mengurangi beberapa kekhawatiran atas pasokan, setelah data Rabu dari Badn Informasi Energi AS menunjukkan peningkatan sebanyak 2,377 juta barel dalam seminggu hingga 21 Januari. Perkiraan disiapkan oleh Investing.com memperkirakan penurunan sebanyak 728.000 barel. Kenaikan sebanyak 515.000 barel dilaporkan selama minggu lalu.

Data pasokan minyak mentah dari American Petroleum Institute hari sebelumnya menunjukkan penurunan sebesar 872.000 barel.

 

 

Equityworld Futures

Rabu, 26 Januari 2022

PT Equityworld Futures : Harga Minyak Turun, Investor 'Ambil Untung’ Jelang Keputusan Kebijakan Fed

Equityworld Futures – Harga minyak turun di Asia seiring langkah investor mengamankan keuntungan menjelang keputusan kebijakan terbaru Federal Reserve AS. Namun, kekhawatiran pasokan yang lebih ketat akibat ketegangan geopolitik di Ukraina dan Timur Tengah membatasi kerugian.

Harga minyak Brent turun 0,36% ke $86,87 per barel dan harga minyak WTI turun 0,44% menjadi $85,22 per barel menurut data Investing.com.

"Beberapa koreksi telah dimulai karena investor ingin menyesuaikan posisinya menjelang pertemuan Fed," Manajer Umum Riset Nissan (OTC:NSANY) Securities Hiroyuki Kikukawa menyampaikan.

"Tetapi penurunannya terbatas di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina dan ancaman terhadap infrastruktur di Uni Emirat Arab (UEA)," seraya menambahkan bahwa minyak kemungkinan akan melanjutkan kenaikannya setelah pembaruan Fed.

The Fed akan mengumumkan keputusan kebijakannya sesi hari ini, yang dapat memberikan petunjuk kapan akan menaikkan suku bunga dan memulai pengetatan kuantitatif.

Baca Juga : PT Equityworld Futures : Harga Emas Turun sebelum Keputusan Fed, Ketegangan Ukraina Tekan Minat Risiko

Cairan hitam mencapai level tertinggi tujuh tahun pekan lalu di tengah kekhawatiran bahwa pasokan bisa mengetat imbas ketegangan di Ukraina dan Timur Tengah.

Presiden AS Joe Biden mengatakan pada hari Selasa bahwa ia akan mempertimbangkan sanksi pribadi terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin jika Rusia menyerang Ukraina. Para pemimpin Barat juga mempercepat persiapan militer dan rencana untuk melindungi Eropa dari gangguan pasokan energi potensial.

Di Timur Tengah, UEA masih belum pulih dari serangan rudal hari Senin oleh gerakan Houthi Yaman.

Sementara itu, data pasokan minyak mentah AS hari Selasa dari American Petroleum Institute menunjukkan penurunan sebesar 872.000 barel untuk pekan terakhir 21 Januari. Perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com memperkirakan penurunan sebesar 400.000 barel, sementara peningkatan 1,404 juta barel dilaporkan selama minggu lalu.

Angka-angka itu berada dalam perkiraan analis, menurut Kikukawa dari Nissan Securities.

Investor sekarang menunggu data pasokan minyak mentah dari Badan Informasi Energi AS, yang akan dirilis hari ini.

Di sisi pasokan, Departemen Energi AS pada Selasa menyetujui pertukaran 13,4 juta barel minyak mentah dari Strategic Petroleum Reserve ke tujuh perusahaan. Pertukaran tersebut merupakan bagian dari upaya AS untuk membantu mengendalikan harga minyak.

 

 

Equityworld Futures

Selasa, 25 Januari 2022

PT Equityworld Futures : Emas lebih rendah pada masa dagang Asia

Equityworld Futures - Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Februari diperdagangkan pada USD1.842,75 per troy ons pada waktu penulisan, menurun 0,06%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi rendah USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD1.828,40 dan resistance pada USD1.848,50.

Baca Juga : PT Equityworld Futures : Harga Emas Naik Tipis, Investor Tunggu Keputusan Kebijakan Fed

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,03% dan diperdagangkan pada USD95,930.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan Maret jatuh 0,30% dan diperdagangkan pada USD23,872 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan Maret jatuh 0,55% dan diperdagangkan pada USD4,4285 per pon. 

 

 

Equityworld Futures

Senin, 24 Januari 2022

PT Equityworld Futures : Harga Minyak Naik, Ketegangan Geopolitik dan Prospek Pasar Ketat Tetap Ada

Equityworld Futures - Harga minyak naik di Asia di tengah ketegangan geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran mengenai prospek pasokan yang sudah ketat. Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan mitranya (OPEC+) juga terus berusaha untuk meningkatkan produksinya.

Harga minyak Brent naik 0,75% menjadi $87,73 per barel dan harga minyak WTI naik 0,72% menjadi $85,75 per barel. Cairan hitam naik lebih dari 10% sepanjang tahun 2022 ini seiring berlanjutnya kekhawatiran atas pengetatan pasar.

"Investor tetap bullish karena risiko geopolitik antara Rusia dan Ukraina serta di Timur Tengah sementara OPEC+ terus gagal mencapai target produksinya,"

Setiap konflik bersenjata atas Ukraina dapat menyebabkan gangguan pasokan di Eropa Timur. Dalam langkah terbarunya, AS pada hari Minggu memerintahkan keberangkatan anggota keluarga staf yang memenuhi syarat dari kedutaan besarnya di Ukraina dan mengatakan semua warganya harus mempertimbangkan untuk meninggalkan negara itu karena meningkatnya risiko konflik bersenjata.

Baca Juga : PT Equityworld Futures : Harga Emas Kian Naik, Keputusan Kebijakan Fed dan Ketegangan Eropa Timur Membayangi

Rusia menghadapi sanksi ekonomi yang berat jika memasang rezim boneka di Ukraina, Wakil Perdana Menteri Inggris Dominic Raab memperingatkan pada hari Minggu, dalam menanggapi laporan bahwa Rusia bertujuan untuk menempatkan pemimpin pro-Rusia berkuasa di Ukraina.

Sementara itu, Uni Emirat Arab melarang sebagian besar drone pribadi dan pesawat olahraga ringan yang digunakan untuk tujuan rekreasi selama sebulan mulai Sabtu, kata Kementerian Dalam Negeri negara itu. Larangan itu terjadi setelah serangan pesawat tanpa awak minggu lalu di negara itu oleh pihak Houthi Yaman.

Di sisi pasokan, OPEC+ terus berjuang untuk memenuhi target peningkatan produksi bulanannya sebanyak 400.000 barel per hari (bph). Kepatuhan kelompok ini terhadap pengurangan produksi minyaknya naik menjadi sekitar 122% pada Desember 2021, menurut Reuters, tanda bahwa beberapa anggotanya terus berusaha untuk meningkatkan produksinya.

Di AS, persediaan minyak bumi terus turun selama sebulan terakhir, sementara perusahaan energi memangkas rig minyak seminggu untuk pertama kalinya dalam 13 minggu. "Ekspektasi permintaan minyak pemanas yang lebih tinggi di AS di tengah cuaca dingin juga menambah tekanan," 

 

 

 Equityworld Futures

Jumat, 21 Januari 2022

PT Equityworld Futures : Gas alam lebih tinggi selama masa dagang Eropa

Equityworld Futures - Pada New York Mercantile Exchange, Futures gas alam untuk penyerahan Februari diperdagangkan pada USD3,931 per mmBTU pada waktu penulisan, meningkat 3,39%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi tinggi USD per mmBTU. Gas alam kemungkinan akan mendapat support pada USD3,781 dan resistance pada USD4,390.

Baca Juga : PT Equityworld Futures : Emas lebih rendah pada masa dagang Eropa

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh 0,08% dan diperdagangkan pada USD95,650.

Sementara itu di Nymex, Minyak metah untuk penyerahan Maret jatuh 1,67% dan diperdagangkan pada USD84,12 per barrel sedangkan Heating oil untuk penyerahan Februari jatuh 1,13% dan diperdagangkan pada USD2,6416 per galon. 

 

 

 Equityworld Futures

Kamis, 20 Januari 2022

PT Equityworld Futures : Harga Minyak Turun dari Level Tertinggi 2014, tapi Pasokan Ketat Batasi Kerugian

Equityworld Futures - Harga minyak turun setelah mencapai level tertinggi 2014. Namun, permintaan bahan bakar yang kuat dan pasokan yang ketat tetap menjadi faktor yang dapat membatasi kerugian di tengah aksi ambil untung investor.

Harga minyak Brent turun 0,25% menjadi $88,22 per barel, setelah mencapai $89,13, level tertinggi sejak Oktober 2014, selama sesi sebelumnya. Harga minyak WTI turun tipis 0,06% menjadi $85,75 per barel.

"Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan permintaan minyak global berada di jalur untuk mencapai tingkat pra-pandemi,"

"Gangguan pasokan jangka pendek juga membantu memperketat pasar. Brent berjangka menguat tajam setelah laporan pipa minyak utama yang mengalir dari Irak ke Turki rusak akibat ledakan."

Ledakan Selasa di dekat pipa Kirkuk-Ceyhan di Turki Tenggara menghentikan pasokan minyak mentah. Namun, pasokan melalui pipa telah dilanjutkan, ungkap para pejabat sehari kemudian.

Baca Juga : PT Equityworld Futures : Emas lebih rendah pada masa dagang Asia

Kekhawatiran pasokan di tempat lain tetap meningkat, setelah kelompok Houthi Yaman menyerang Uni Emirat Arab, negara produsen terbesar ketiga Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), awal pekan ini.

Ketegangan antara Rusia dan AS atas Ukraina juga tetap tinggi, pasalnya ada kehadiran pasukan Rusia dengan jumlah yang besar di dekat perbatasan dengan Ukraina. Kekhawatiran mengenai potensi konflik bersenjata dan gangguan pasokan berikutnya juga meningkat.

Pemulihan luas dalam permintaan bahan bakar secara global, dikombinasikan dengan pengetatan pasar, juga menambah kesulitan cairan hitam ini. OPEC dan mitranya (OPEC+) tengah berusaha untuk mencapai target peningkatan produksi bulanan sebesar 400.000 barel per hari (bph). Beberapa investor juga memperkirakan bahwa reli minyak dapat berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, di mana harga bisa mencapai $100.

Sementara itu, pasokan minyak mentah dari American Petroleum Institute hari Rabu menunjukkan peningkatan sebanyak 1,404 juta untuk pekan terakhir 7 Januari. Perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com memperkirakan penurunan sebanyak 1,367 juta barel, dan penurunan sebanyak 1,077 juta barel tercatat selama minggu lalu.

Investor sekarang menunggu pasokan minyak mentah dari Badan Informasi Energi (EIA) AS, yang akan dirilis hari ini.



Equityworld Futures

Rabu, 19 Januari 2022

PT Equityworld Futures : Harga Minyak Naik ke Level Tertinggi 7 Tahun, Pasokan Terus Mengetat

 

Equityworld Futures - Harga minyak naik. Prospek akan ada pasokan ketat di pasar komoditas ini, karena penghentian operasi pipa dan masalah geopolitik di Rusia serta Uni Emirat Arab (UEA), mendorong cairan hitam ini naik untuk hari keempat berturut-turut.

Harga minyak Brent naik 1,05% menjadi $88,43 per barel dan harga minyak WTI melonjak 1,12% ke $85,78 per barel. Baik Brent dan WTI berjangka mendekati level tertinggi sejak Oktober 2014.

Operator pipa negara Turki Botas mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka memotong aliran pasokan minyak di pipa Kirkuk-Ceyhan setelah terjadinya ledakan, yang penyebabnya belum diketahui. Pipa ini menyalurkan minyak mentah dari Irak, negara produsen terbesar kedua di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), ke pelabuhan Ceyhan Turki untuk diekspor.

Hilangnya pasokan terjadi saat pasar sudah ketat, di mana permintaan bahan bakar masih bertahan lebih baik daripada yang diharapkan di tengah penyebaran varian omicron COVID-19 secara global.

 Baca Juga : PT Equityworld Futures : Harga Emas Turun, Imbal Hasil Treasury AS Naik ke Level Tertinggi Dua Tahun

Ketegangan antara AS dan Rusia, negara produsen minyak terbesar kedua global, menambah ketegangan di UEA, negara produsen terbesar ketiga OPEC, juga berkontribusi pada kekhawatiran pasokan.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Jenewa pada hari Jumat dalam upaya untuk menyelesaikan ketegangan atas Ukraina. Sementara itu, UEA pada hari Selasa menyerukan pertemuan Dewan Keamanan PBB atas serangan di Abu Dhabi pada hari Senin oleh gerakan Houthi Yaman.

Ketegangan ini, dan prospek gangguan pasokan, muncul tepat ketika OPEC dan mitranya (OPEC+) tengah berjuang untuk mencapai target penambahan pasokan 400.000 barel per hari setiap bulan.

"OPEC+ gagal mencapai kuota produksinya dan jika ketegangan geopolitik terus memanas, minyak mentah Brent kemungkinan tidak perlu banyak dorongan untuk mencapai $100 per barel,"

Sementara itu, konsumsi bahan bakar jet meningkat seiring tumbuhnya penerbangan internasional, sementara lalu lintas jalan jauh lebih tinggi dari waktu yang sama pada tahun 2021, Analis Komoditas Commonwealth Bank Vivek Dhar mengatakan dalam catatan.

"Keterbatasan pasokan OPEC+ dan peningkatan permintaan minyak global yang berkelanjutan kemungkinan akan membuat harga minyak didukung dengan baik dalam beberapa bulan mendatang,"

Investor sekarang menunggu data pasokan minyak mentah AS dari American Petroleum Institute, yang akan dirilis hari ini.

 

 

Equityworld Futures

Selasa, 18 Januari 2022

PT Equityworld Futures : Harga Emas Turun Imbas Kembali Menguatnya Dolar & Yield Treasury AS

Equityworld Futures - Harga emas turun di Asia di tengah penguatan dollar dan naiknya imbal hasil Treasury AS.

Harga emas berjangka turun tipis 0,07% menjadi $1,815,15 tetapi tetap di atas $1,800. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, naik pada hari Selasa tetapi tetap mendekati level terendah dalam dua bulan. Imbal hasil Treasury AS juga naik di sepanjang kurva pada hari Selasa.

Investor sekarang menunggu keputusan kebijakan Federal Reserve, akan diketahui pada 26 Januari mendatang. Bank sentral itu telah mengindikasikan dapat menaikkan suku bunga pada Maret 2022 untuk mengendalikan tingkat inflasi yang tinggi.

Di Asia Pasifik, Bank of Japan mempertahankan suku bunganya tidak berubah sebesar –0,10% saat merilis keputusan kebijakan sebelumnya.

Di tempat lain di kawasan ini, People's Bank of China (PBOC) mendorong ekspektasi pelonggaran moneter lanjutan setelah mengumumkan penuunan suku bunga pinjaman satu tahun sebesar 10 basis poin menjadi 2,85% pada hari Senin. Bank ini juga memangkas suku bunga 7 hari reverse repurchase agreements menjadi 2,1% dari 2,2%.

Pergerakan PBOC sangat kontras dengan serangkaian kenaikan suku bunga yang diharapkan secara luas dari The Fed pada 2022.

Bank sentral di Indonesia, Malaysia, Norwegia, Turki, dan Ukraina juga akan menerbitkan keputusan kebijakan masing-masing.

Sementara itu, pasar kerja global akan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari perkiraan sebelumnya, menurut laporan Organisasi Buruh Internasional (ILO) yang dirilis pada hari Senin. Pengangguran diperkirakan akan tetap di atas level sebelum COVID-19 hingga setidaknya 2023 karena ketidakpastian sektor perjalanan dan durasi pandemi, tambah laporan itu.

Di logam mulia lainnya, perak naik tipis 0,1% dan platinum naik 0,3%, sementara palladium mendatar di $1,874,66.

 

 

Equityworld Futures

Senin, 17 Januari 2022

PT Equityworld Futures : IHSG Hari Ini Turun Tipis ke 6.645, PTPP Pimpin Top Loser

Equityworld Futures - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup turun tipis -48,35 poin atau 0,72 persen ke 6.645,04. 

Pada penutupan perdagangan, terdapat 203 saham menguat, 340 saham melemah dan 136 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp9,7 triliun dari 14,5 miliar lembar saham yang diperdagangkan.

Indeks LQ45 turun 4,93 poin atau 0,52 persen ke 948,01, indeks JII turun 9,39 poin atau 1,66 persen ke 554,54, indeks IDX30 turun 4,12 poin atau 0,81 persen ke 505,61, dan indeks MNC36 turun 2,58 poin atau 0,80 persen ke 320,03. 

Sementara itu, saham-saham yang masuk top gainers yaitu PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) naik Rp36 atau 34,62 persen ke Rp140, saham PT GTS Internasional Tbk (GTSI) naik Rp13 atau 26 persen ke Rp63, dan saham PT Primarindo Asia Infrastruktur Tbk (BIMA) naik Rp66 atau 24,81 persen ke Rp332.

Adapun saham-saham yang masuk top losers antara lain, PT PP (persero) Tbk (PTPP) turun Rp70 atau 7 persen ke Rp930, saham PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) turun Rp11 atau 6,92 persen ke Rp148, dan saham PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) turun Rp400 atau 6,64 persen ke Rp5.625.

 

 

Equityworld Futures

Jumat, 14 Januari 2022

PT Equityworld Futures : Emas lebih rendah pada masa dagang Eropa

Equityworld Futures - Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Februari diperdagangkan pada USD1.821,85 per troy ons pada waktu penulisan, menurun 0,02%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi rendah USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD1.789,30 dan resistance pada USD1.829,00.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh 0,01% dan diperdagangkan pada USD94,770.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan Maret naik 0,17% dan diperdagangkan pada USD23,122 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan Maret naik 0,33% dan diperdagangkan pada USD4,5312 per pon. 

 

 

Equityworld Futures

Kamis, 13 Januari 2022

PT Equityworld Futures : Harga Emas Turun Tipis, Investor Masih Cerna Data Inflasi AS Terbaru


Equityworld Futures - Harga emas turun tetapi tetap mendekati level tertinggi satu minggu yang dicapai di sesi sebelumnya. Imbal hasil treasury dan dolar AS turun setelah data inflasi AS menyoroti perlunya kenaikan suku bunga yang lebih cepat.

Harga emas berjangka turun tipis 0,05% ke $1.826,35/oz menurut data. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, naik tipis 0,05% di 94,950.

Patokan imbal hasil Treasury 10 tahun AS turun dari level tertinggi dua tahun yang dicapai awal pekan ini.

Data hari Rabu menunjukkan indeks harga konsumen (IHK) inti AS tumbuh sebesar 0,6% bulan ke bulan dan 5,5% tahun ke tahun di bulan Desember. IHK tumbuh sebesar 7% tahun ke tahun, laju tercepat sejak 1982, serta tumbuh 0,5% untuk  peride bulan ke bulan.

Indeks harga produsen AS akan dirilis hari ini.

Angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga pada pertemuan Maret 2022, di mana ada tiga kenaikan lagi sepanjang tahun.

Mendukung ekspektasi ini, Presiden Fed St. Louis James Bullard mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa empat kenaikan suku bunga dapat dibenarkan pada tahun 2022 di tengah inflasi yang tinggi. Presiden Fed Bank of Cleveland Loretta Mester dan pemimpin Fed Atlanta Raphael Bostic secara terpisah menyampaikan pendapat tentang menaikkan suku bunga paling cepat Maret 2022.

Presiden Fed Richmond Thomas Barkin, Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker, dan Presiden Fed Chicago Charles Evans termasuk di antara pejabat Fed yang akan berbicara soal ekonomi hari ini. Presiden Fed New York John Williams akan berbicara.

Sidang Komite Perbankan Senat AS untuk calon Wakil Ketua Fed Lael Brainard juga akan berlangsung hari ini.

Di Asia Pasifik, Bank of Korea akan mengeluarkan keputusan kebijakannya.

Sementara itu, produksi emas Zimbabwe naik sebesar 55,5% pada tahun 2021, menurut data dari Reserve Bank of Zimbabwe.

Di logam mulia lainnya, perak naik tipis 0,07% dan platinum turun 0,1%, sementara palladium turun tipis 0,4%.

 

 

Equityworld Futures


Rabu, 12 Januari 2022

PT Equityworld Futures : Harga Emas Naik, Investor Tunggu Petunjuk Kenaikan Suku Bunga AS dari Data Inflasi

Equityworld Futures - Harga emas naik. Investor kini mengalihkan fokusnya pada data inflasi AS untuk mendapatkan petunjuk mengenai kenaikan suku bunga setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell memberi isyarat nada kebijakan yang kurang hawkish dan menegaskan kembali bahwa bank sentral akan mengatasi inflasi.

Harga emas berjangka naik tipis 0,01% ke $1,818,75/oz. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik dari emas, turun tipis pada hari Rabu.

Dalam sidang Komite Perbankan Senat AS untuk masa jabatan kedua sebagai ketua Fed, Powell mengatakan The Fed dapat memerlukan waktu beberapa bulan untuk memutuskan penurunan neraca senilai $9 triliun dan ia juga menambahkan akan memastikan bahwa inflasi yang tinggi tidak menjadi lebih "berakar".

Sidang Komite Perbankan Senat AS untuk calon Wakil Ketua Fed Lael Brainard akan berlangsung pada hari Kamis. Pejabat Fed termasuk Presiden Fed Richmond Thomas Barkin, Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker, dan Presiden Fed Chicago Charles Evans juga akan berbicara pada hari yang sama.

Imbal hasil acuan Treasury AS tenor 10 tahun turun dan investor kini menganggap kenaikan suku bunga berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Imbal hasil mencapai 1,808% pada hari Senin, level tertinggi sejak 21 Januari 2020.

Di Asia Pasifik, Data China yang dirilis sebelumnya menunjukkan indeks harga konsumen (IHK) berkontraksi sebesar 0,3% bulan ke bulan dan tumbuh 1,5% tahun ke tahun, sedangkan indeks harga produsen (PPI) tumbuh sebesar 10,3% tahun ke tahun, di bulan Desember.

Investor sekarang menunggu IHK AS dan Beige Book Fed. PPI akan menyusul.

Di logam mulia lainnya, perak turun tipis 0,13% dan platinum turun 0,4%, sementara palladium juga turun 0,5%.

 

 

Equityworld Futures

Selasa, 11 Januari 2022

PT Equityworld Futures : Minyak mentah lebih tinggi selama sesi Asia

Equityworld Futures - Pada New York Mercantile Exchange, Futures minyak mentah untuk penyerahan Februari diperdagangkan pada USD78,89 per barrel pada waktu penulisan, meningkat 0,84%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi tinggi USD per barrel. Minyak metah kemungkinan akan mendapat support pada USD76,73 dan resistance pada USD80,47.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh 0,15% dan diperdagangkan pada USD95,850.

Sementara itu di ICE, Minyak brent untuk penyerahan Maret naik 0,67% dan diperdagangkan pada USD81,41 per barrel, sedangkan spread antara kontrak Minyak brent dan Minyak metah berada pada USD2,52 per barrel. 

 

 

Equityworld Futures

Senin, 10 Januari 2022

PT Equityworld Futures : Emas Makin Turun di Terendah 3 Minggu, Investor Antisipasi Kenaikan Suku Bunga Fed

Equityworld Futures - Harga emas turun di Asia, masih mendekati level terendah tiga minggu dengan investor mencerna laporan pekerjaan AS terbaru dan sekarang mengalihkan perhatiannya pada data inflasi.

Harga emas berjangka terus turun 0,33% di $1.791,55/oz setelah mencapai level terendah sejak 16 Desember, atau $1.782,10.

Imbal hasil Treasury AS melonjak minggu lalu pasca Sikap Federal Reserve AS yang hawkish dalam risalah dari pertemuan Desember 2021.

Laporan pekerjaan AS bulan Desember, yang dirilis pada hari Jumat, menunjukkan ketenagakerjaan nonpertanian tercatat 199.000 lebih rendah dari perkiraan, sedangkan tingkat pengangguran rilis lebih kecil dari perkiraan 3,9%.

Investor sekarang menunggu data inflasi, termasuk indeks harga konsumen, yang akan dirilis pekan ini. Sementara itu, China juga akan merilis indeks harga konsumen dan produsen.

Dana Fed berjangka telah memberi harga peluang hampir 90% dari kenaikan suku bunga Fed pada Maret 2022 dan peluang lebih dari 90% dari yang lain untuk bulan Juni. Bank sentral tersebut juga dapat mempercepat program pengurangan asetnya.

Investor sekarang menunggu komentar dari sejumlah pejabat Fed sepanjang minggu, termasuk Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic, Presiden Fed Kansas City Esther George, Presiden Fed St. Louis James Bullard, Presiden Fed Richmond Thomas Barkin, Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker, Presiden Fed Chicago Charles Evans, dan Presiden Fed New York John Williams.

Meningkatnya ketegangan AS-Rusia atas Ukraina juga jadi perhatian, di mana perundingan menunjukkan bahwa kedua belah pihak masih jauh dari kata mencapai kesepakatan dan meningkatkan risiko konfrontasi bersenjata.

Meningkatnya minat ritel untuk emas fisik mendorong dealer India untuk menaikkan premi dalam seminggu terakhir, sementara libur Tahun Baru Imlek yang akan datang mencerahkan prospek penjualan di Singapura.

Dalam logam mulia lainnya, perak turun 0,58%, platinum turun 0,45% dan palladium turun 0,79%.

 

 

Equityworld Futures

Jumat, 07 Januari 2022

PT Equityworld Futures : Emas lebih tinggi pada masa dagang Asia

Equityworld Futures - Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Februari diperdagangkan pada USD1.792,05 per troy ons pada waktu penulisan, meningkat 0,16%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi tinggi USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD1.785,40 dan resistance pada USD1.833,00.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh 0,13% dan diperdagangkan pada USD96,205.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan Maret jatuh 0,10% dan diperdagangkan pada USD22,168 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan Maret naik 0,70% dan diperdagangkan pada USD4,3848 per pon.



Equityworld Futures

Kamis, 06 Januari 2022

PT Equityworld Futures : Harga Emas Makin Turun, Kebijakan Hawkish Fed Disorot dalam Notulen Rapat

Equityworld Futures - Harga emas terus turun usai notulen yang dirilis dari pertemuan Federal Reserve AS mengisyaratkan sikap kebijakan hawkish di tengah melonjaknya kasus COVID-19.

Harga emas berjangka kian turun 1,08% ke $1.805,40/oz. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik dengan emas, naik tipis 0,04% ke 96,222.

The Fed merilis risalah dari pertemuan Desember, yang mengisyaratkan bahwa bank sentral kemungkinan akan menaikkan suku bunga lebih cepat daripada yang diharapkan. Risalah juga mengatakan The Fed dapat mempercepat laju pengurangan aset bank sentral untuk menenangkan inflasi yang tinggi.

Seputar COVID-19, jumlah kasus baru terus melonjak dengan jumlah rata-rata tujuh hari kasus baru COVID-19 mencapai 540.000 di AS pada hari Selasa. Tingkat rawat inap pasien COVID-19 di AS juga meningkat sebesar 45% dalam tujuh hari terakhir dan mencapai 111.000, angka yang terakhir tercatat pada Januari 2021.

Investor juga mencerna data AS, di mana perubahan ketenagakerjaan nonpertanian ADP pada hari Selasa dirilis jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan 807.000 pada bulan Desember. Investor sekarang menunggu laporan pekerjaan AS, termasuk ketenagakerjaan pemerintah nonpertanian, yang akan dirilis pada hari Jumat.

Sementara itu, data China yang dirilis sebelumnya menunjukkan Indeks manajer pembelian (PMI) jasa Caixin sebesar 53,1 untuk bulan Desember.

Di logam mulia lainnya, perak anjlok 2% dan platinum jatuh 1% pukul 12.02 WIB. Palladium turun 0,6%.



Equityworld Futures

Rabu, 05 Januari 2022

PT Equityworld Futures : Harga Emas Naik Tipis, Investor Tunggu Rilis Notulen Rapat Fed

Equityworld Futures - Harga emas naik tipis pada sesi perdagangan menjelang rilis notulen dari pertemuan Federal Reserve AS terbaru. Investor juga mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih awal dari perkiraan terhadap lonjakan jumlah kasus COVID-19 secara global.

Harga emas berjangka naik tipis 0,04% menjadi $1.815,35/oz. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik dengan emas, turun tipis 0,02% ke 96,252 pada hari Rabu.

The Fed akan merilis notulen dari rapat Desember dini hari nanti. Dengan Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan ia mendukung dua kenaikan suku bunga pada tahun 2022 untuk mengendalikan inflasi yang tinggi, sekarang menunggu komentar dari Presiden Fed St. Louis James Bullard dan Presiden Fed San Francisco Mary Daly berpidato dalam acara terpisah di Kamis dan Jumat masing-masing untuk mendapat petunjuk lanjut mengenai kebijakan di masa depan.

Imbal hasil acuan Treasury AS tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam lebih dari sebulan pada hari Selasa di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga Fed. Futures pada tingkat dana federal pada hari Selasa memperkirakan peluang sekitar 66% dari pengetatan seperempat poin persentase pada Maret 2022, dan investor sepenuhnya menetapkan harga skenario itu pada Mei.

Seputar COVID-19, varian omicron terus memicu lonjakan kasus, di mana AS melaporkan rekor global hampir 1 juta kasus baru pada hari Senin menurut Reuters.

Sementara itu, data yang dirilis pada hari Selasa di AS menunjukkan indeks manajer pembelian manufaktur dari Institute of Supply Management rilis lebih rendah dari perkiraan 58,7 pada bulan Desember, sedangkan survei lowongan pekerjaan JOLTs menunjukkan 10,562 juta lowongan di bulan November.

Di Asia Pasifik, China merilis Indeks manajer pembelian jasa Caixin.

Di logam mulia lainnya, perak turun tipis 0,2%, sementara palladium naik 0,15% dan platinum juga turun 0,3%.



Equityworld Futures

Selasa, 04 Januari 2022

PT Equityworld Futures : Harga Emas Naik Gegara Omicron, tapi Tertahan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga AS

Equityworld Futures - Harga emas naik, dengan investor beralih ke aset safe haven seiring meningkatnya jumlah kasus COVID-19 secara global menyebabkan beberapa negara memperketat tindakan pembatasan. Namun, kenaikan imbal hasil Treasury AS dan ekspektasi kenaikan suku bunga membuat kenaikan logam kuning kecil.

Harga emas berjangka naik tipis 0,19% ke $1.803,45/oz. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik dengan emas, naik tipis 0,04% di 96,250 pada Selasa pagi. Patokan imbal hasil Treasury 10 tahun menyentuh level tertinggi lebih dari satu bulan selama sesi sebelumnya.

Jumlah kasus COVID-19 secara global terus meningkat, tetapi data Reuters menunjukkan bahwa varian omicron kurang ganas dibandingkan Delta. Namun, omicron lebih mudah menular, yang mengarah pada berbagai tindakan pencegahan termasuk ribuan sekolah AS menunda kembali belajar ke ruang kelas atau beralih kepada pembelajaran daring. Beberapa bank besar juga telah mendorong karyawan untuk bekerja dari rumah selama beberapa minggu.

Sementara itu Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS pada hari Senin menyetujui dosis ketiga vaksin Pfizer Inc (NYSE:PFE)/BioNTech SE COVID-19 untuk anak-anak usia 12 hingga 15 tahun. FDA juga memperpendek interval untuk kelayakan suntikan booster menjadi lima bulan dari sebelumnya enam bulan.

Kebijakan moneter juga berada di radar investor, jelang akan dirilisnya risalah dari pertemuan Federal Reserve AS terbaru pada hari Rabu. The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga beberapa kali sepanjang tahun 2022.

Di Asia Pasifik, data China yang dirilis sebelumnya menunjukkan Indeks manajer pembelian manufaktur Caixin tercatat 50,9 pada bulan Desember, lebih baik dari yang diharapkan.

Pada logam mulia lainnya, perak dan platinum turun tipis lebih 0,03% sementara palladium melonjak naik 1,86%.



Equityworld Futures

Senin, 03 Januari 2022

PT Equityworld Futures : Harga Minyak Naik, tapi Masalah Permintaan Terdampak COVID Batasi Kenaikan

Equityworld Futures - Harga minyak naik di Asia seiring mengetatnya pasokan Libya karena berbagai faktor menjelang pertemuan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan mitranya (OPEC+). Kekhawatiran terhadap penurunan permintaan bahan bakar karena COVID-19 yang terus menyebar juga membatasi keuntungan untuk cairan hitam.

Harga minyak Brent naik 0,27% di $78,07 per barel dan harga minyak WTI naik 0,44% ke $75,54 per barel.

Para pekerja masih berusaha untuk memperbaiki pipa yang rusak di Libya, kurang dari dua minggu setelah milisi menutup ladang terbesarnya. Kedua faktor ini kemungkinan akan menyeret produksi ke level terendah lebih dari satu tahun, di mana produksi minyak diperkirakan akan turun lagi 200.000 barel per hari selama minggu depan. Bersamaan dengan hilangnya pasokan dari penutupan ladang Sharara, produksi keseluruhan negara itu diperkirakan akan turun menjadi sekitar 700.000 barel per hari.

Baca Juga : PT Equityworld Futures : Harga Emas Turun Awal 2022, tapi Kenaikan Yield Treasury Menangkal Kekhawatiran COVID

Sementara itu, OPEC+ akan bertemu pada hari Selasa untuk membahas kebijakan produksinya untuk Februari 2022. Beberapa investor memperkirakan kelompok ini akan tetap pada rencananya untuk menambah 400.000 barel per hari ke pasokan global.

“Saya pikir keputusan OPEC+ adalah kesimpulan yang sudah pasti dan berita serta data omicron akan tetap menjadi pengaruh utama pada sentimen minyak,”

“Kami kemungkinan akan melihat beberapa bargain hunting hari ini setelah aksi buru-buru menjual pada akhir minggu lalu.”

COVID-19 juga tetap menjadi perhatian, dengan China terus menangani wabah terbarunya di kota Xi'an dan negara-negara lain juga memerangi wabah yang dipicu oleh varian virus omicron. Di AS, tingkat infeksi kemungkinan akan meningkat karena peningkatan perjalanan liburan, perayaan Tahun Baru, dan pembukaan kembali sekolah setelah liburan musim dingin, yang dapat menyebabkan gangguan parah dalam beberapa minggu mendatang.

 

 

 Equityworld Futures