Equityworld Futures - Harga emas
dunia merosot ke level terendahnya karena data ketenagakerjaan Amerika
yang kuat mendukung ekspektasi untuk tapering lebih dini oleh bank
sentral Amerika Serikat The Fed.
Harga emas di
pasar spot anjlok 2,1 persen menjadi 1.725,96 dolar AS per ounce.
Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup melorot 2,1 persen
menjadi 1.726,50 dolar AS per ounce.
Perak terjebak dalam kejatuhan emas dan mencapai
level terendah dalam lebih dari delapan bulan, di 22,50 dolar AS per
ounce. Terakhir, perak menyusut 4 persen menjadi 23,35 dolar AS per
ounce.
"Aksi jual emas dan perak merupakan kejutan
prototipikal yang didorong oleh laporan ketenagakerjaan yang kuat,
Jumat, karena pasar kemudian harus memperhitungkan The Fed selangkah
lebih dekat untuk mengurangi pembelian aset dan berpotensi menaikkan
suku bunga lebih cepat dari yang diantisipasi sebelumnya,"
Baca Juga : PT Equityworld Futures : Harga Minyak Terus Naik, Peningkatan Kasus COVID-19 Hantui Prospek Permintaan
Emas tergelincir lebih dari 2 persen setelah data Jumat menunjukkan
pengusaha Amerika mempekerjakan buruh paling banyak dalam hampir satu
tahun pada Juli.
Kenaikan suku bunga akan menumpulkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil versus aset yang menghasilkan bunga.
Menambah tekanan bagi emas, adalah Indeks Dolar (Indeks DXY) yang reli ke level tertinggi dua minggu.
Logam kuning anjlok sebanyaknya 4,4 persen dan
sempat turun di bawah 1.700 dolar AS di awal perdagangan Asia, tetapi
pulih dari posisi terendah tersebut.
"Penguatan ekonomi, terutama di Asia akan mendorong permintaan konsumen dan komersial yang lebih baik untuk emas dan perak,"
Harga logam lainnya, platinum turun 0,4 persen menjadi 976,13 dolar AS
per ounce, setelah sebelumnya mencapai level terendah sejak November.
Paladium melemah 0,9 persen menjadi 2.602,66 dolar AS per ounce.
Equityworld Futures